"Tanpa Judul"
Jam di dinding berdentang pelan,
suaranya hanya sayup terdengar meski dalam kesepian.
Pukul 9 malam,
tidak ada tanda-tanda kehadiran,
dia yang dinantikan.
Perempuan itu terdiam,
menatap jam dinding dengan seksama.
Secarik kertas ditarik dari laci mejanya.
Lalu ia menuliskan :
Teruntuk,
Kamu yang sedang ada disana.
Yang satu pulau tapi tak kunjung mencipta kata bertemu.
Yang satu kota tapi tak kunjung bertanya "ayo bertemu, dimana?"
Perempuan itu menjepit rambutnya yang terus terjatuh saat dia menundukkan kepala untuk menulis,
lalu kembali menuliskan :
Kalau satu kota dan satu pulau tidak membuatmu mencari aku,
Lantas bagaimana caranya bila nanti kita benar-benar susah bertemu?
Bila kamu kembali kesana,
Ntah beribu-ribu kilometer jauhnya disana.
Surat itu kemudian diakhiri, dengan 3 baris yang manis :
Salam untukmu, dariku.
Ditulis dalam waktu indonesia tengah,
Sungguh, Aku rindu.
Komentar
Posting Komentar