Komentarin Orang, salah gak sih?
Pasti
di antara sekian banyak pengguna sosial media, banyak sekali yang suka ngeshare sesuatu, atau mengomentari
sesuatu.
Ntah tentang kehidupan pribadinya yang di share, aktifitasnya dia sehari-hari, hal-hal yang dia sukai, etc.
Ga cuma hal yang dishare aja yang beragam, tapi komentar netizen yang budiman juga, lebih beragam.
Contoh komentar yang paling sering saya jumpai:
Ntah tentang kehidupan pribadinya yang di share, aktifitasnya dia sehari-hari, hal-hal yang dia sukai, etc.
Ga cuma hal yang dishare aja yang beragam, tapi komentar netizen yang budiman juga, lebih beragam.
Contoh komentar yang paling sering saya jumpai:
“Ih
dia suka snapgram ga penting.”
“Apaan
sih lo ga penting banget dah.”
“Kaya
ginian di post.”
Dan
lain-lain.
Sebenarnya,
berkomentar akan jadi fine-fine aja
asalkan komentar kita sifatnya mendidik, membangun, mengkritisi dengan solusi,
dan lain-lain. (Tidak hanya sekedar untuk komentar postingan orang sih, ini
berlaku dalam ngomentarin semua aspek kehidupan).
Tapi,
kalau udah nyinyir ga karuan, dan nganggep komentar kalian biasa aja padahal
sebenernya nyablek banget, ok maybe you
should check your personality.
Karena
kita tidak pernah tahu seberapa besar pengaruh ucapan kita untuk kehidupan
seseorang, lebih baik kita berbicara baik, atau diam.
Terus, contoh komentar baik yang gimana sih yang dimaksud?
Misal: Seorang muslim ngeshare tentang Hadist, tapi, rasa-rasanya, dhoif nih, ga jelas hadistnya. Yaudah. It's fine kalo kalian komentarin orang itu, tapi tanpa menghakimi dia secara langsung. Basa-basi kek. "Eh kok kayanya dhoif ya hadisnya? Apa gimana nih kok aku bingung." or something like that. Kasarnya sih, jangan nyablek dengan bilang "Eh salah tu hadistnya! Sok-sokan ngeshare." Dude, seriously..
Pada dasarnya:
Terus, contoh komentar baik yang gimana sih yang dimaksud?
Misal: Seorang muslim ngeshare tentang Hadist, tapi, rasa-rasanya, dhoif nih, ga jelas hadistnya. Yaudah. It's fine kalo kalian komentarin orang itu, tapi tanpa menghakimi dia secara langsung. Basa-basi kek. "Eh kok kayanya dhoif ya hadisnya? Apa gimana nih kok aku bingung." or something like that. Kasarnya sih, jangan nyablek dengan bilang "Eh salah tu hadistnya! Sok-sokan ngeshare." Dude, seriously..
Pada dasarnya:
Bisa
aja yang dia upload itu sesuatu yang menarik buat dia, something that can makes him/her happy? Atau barangkali dia merasa
itu sesuatu yang pantas untuk dia bagikan ke orang lain.
Ini
masalah personality kita yang suka ngomong sembarangan tanpa mikirin perasaan
orang lain.
Menurut pandanganku pribadi, orang yang baik di zaman ini adalah yang mager untuk kasih komentar-komentar ga penting, atau bahkan bisa dibilang verbal abuse ke orang lain.
Menurut pandanganku pribadi, orang yang baik di zaman ini adalah yang mager untuk kasih komentar-komentar ga penting, atau bahkan bisa dibilang verbal abuse ke orang lain.
Nyinyir-nyinyir
tentang apa yang orang lakuin tanpa ada tujuan yang baik atau maksud yang
jelas, meding hindari deh.
Syukur-syukur
kalau yang kita komentarin itu berhati baik, ngga baperan, ngga mikirin.
Gimana
kalau sebaliknya?
[Terima kasih sudah membaca! Setiap orang punya pandangannya masing-masing, jadi jangan jadikan beban kalau pendapat orang dan kamu beda. Tapi kalau apa yang saya bagikan ini keliru atau salah, silahkan kritik ya! Saya juga akan sangat senang membagikan hal-hal serupa kalau ada yang memberi tanggapan, ntah kritikan, atau sekedar kontak melalui sosial media, kalau kalian sudah baca, terlebih kalau suka! Sekali lagi terima kasih. Salam, Zikriyyamr.]
[Terima kasih sudah membaca! Setiap orang punya pandangannya masing-masing, jadi jangan jadikan beban kalau pendapat orang dan kamu beda. Tapi kalau apa yang saya bagikan ini keliru atau salah, silahkan kritik ya! Saya juga akan sangat senang membagikan hal-hal serupa kalau ada yang memberi tanggapan, ntah kritikan, atau sekedar kontak melalui sosial media, kalau kalian sudah baca, terlebih kalau suka! Sekali lagi terima kasih. Salam, Zikriyyamr.]
Komentar
Posting Komentar