Semua perihal diciptakan sebagai batas Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain Hari ini membelah membatasi besok dan kemarin Besok batas hari ini dan lusa Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara, dan kantor wali kota, juga rumahku, dan seluruh tempat di mana pernah ada kita Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi dipisahkan kata Begitu pula rindu Antar pulau dan seorang petualang yang gila Seperti penjahat dan kebaikan dihalang ruang dan undang-undang Seorang ayah membelah anak dari ibunya dan sebaliknya Atau senyummu dinding di antara aku dan ketidakwarasan Persis segelas kopi tanpa gula pejamkan mimpi dari tidur Apa kabar hari ini? Lihat tanda tanya itu Jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi Aan Mansyur
Kamu senang dia bisa membantumu, padahal itu juga karena kamu pernah membantunya. Kamu senang ada yang memperhatikanmu, padahal itu karena kamu memperhatikannya. Kadang-kadang kita lupa, dampak baik melakukan kebaikan. Kamu suka membantu orang lain, Kamu suka menolong orang lain, dengan pekerjaannya, dengan mendengar keluh kesahnya, dengan memahami masalah yang dihadapinya, dengan tidak berkomentar jahat terhadap apa yang menimpa dirinya, pun pada yang ditimpakannya pada orang lain. Kadang-kadang kita lupa, kebaikan bisa dilakukan dengan cara apa saja. Kamu senang dia selalu menerimamu, Kamu senang dia selalu bertutur kata dengan baik padamu, itu karena kamu juga berlaku begitu. Tapi, kebaikan tidak selalu menunggu kamu-melakukan-sesuatu-lalu-dibalas-pula-dengan-cara-itu. Kebaikan yang kita, dia, atau siapapun lakukan, pun harus tulus dari hati, dari kemauan diri. Kalau kamu berlaku baik tapi tidak direspon baik, jangan berkeluh kesah, jangan gelisah. Bar...
Komentar
Posting Komentar